Showing posts with label Mitologi. Show all posts
Showing posts with label Mitologi. Show all posts

Wednesday, 24 February 2016

Naga Raksasa Di Langit Bengkulu


 Naga Raksasa Di Langit Bengkulu
Sebuah Pertanda Yang Misterius
Naga 1
Gambar 1 (Kepala Naga)

Gambar 2 (Badan dan Kepala Naga)
Gambar 2 (Badan dan Kepala Naga) dalam proses perwujudan
Gambar 3 (ekor naga)
Gambar 3 (ekor naga)
  

Bengkulu, 15 April 2007

Hari kedua saat kami singgah di rumah seorang kawan seperjuangan sewaktu mahasiswa dulu, di Kota Bengkulu yang saat itu terasa panas dan pengap. Tetapi kami merasakan ada something it’s wrong, panas yang betul-betul aneh dan sangat ganjil. Seperti hawa panasnya bumi jika akan terjadi gempa. Radiasi panas yang menyembur dari dalam bumi dibarengi getaran energi bumi yang terasa menekan di dalam dada. Waktu itu kami merasakan semua tanda-tanda. Gejala alam yang hampir sama sebulan menjelang gempa dahsat di Yogyakarta dan sekitarnya. Duh Gusti, jika Engkau izinkan pasti kami  dapat menangkap bahasaMu. Apa gerangan petunjukMu dan tanda-tanda yang dapat kami baca sebagai bahasaMu, melalui bahasa alam…Gusti ingkang Maha Agung. Waktu menunjukkan pukul 10.00 wib hari menjelang siang.

Hanya berselang kurang dari satu jam kami berdoa dalam hati. Perasaanku seolah berkata, keluarlah menuju belakang rumah, pandangilah langit. Perhatikan apa yang akan terjadi. Ku ikuti kata nurani. Benar saja, kami menyaksikan obyek yang letaknya tidak jauh dari tempat kami memandang langit, tampak awan putih tipis yang bergerak cepat. Hanya dalam waktu 5 menit saja terbentuklah konfigurasi awan yang membentuk mirip ular naga raksasa. Putih mulus, tetapi tampak bergerak seperti gelombang punggung ular yang sedang berjalan.

Hanya dalam waktu 5 menit pula, kemudian awan putih itu berubah wujud semakin nyata bahkan keluar sinar berkilau dibagian kepala, mungkin itu isyarat mata. Badan ular berkelok dan berlekuk (seperti luk keris) jumlahnya hingga tujuh lekukan. Memanjang kebelakang kira-kira sepanjang 1 kilometer, dan di ujung ekornya menyala lagi seperti lidah api. Sayang sekali, sepanjang badannya tidak begitu jelas karena sudut pandangnya terpotong-potong pepohonan durian di pinggir hutan. Fenomena itu tampak terkesan begitu rendah kira-kira tingginya kurang dari 200 meter DPL, seolah-olah dapat kami gapai dengan lambaian tangan saja. Saking rendahnya, hingga membuat fokus pandangan kami tidak bisa lepas, terhalang oleh banyak pohon besar.

Serta-merta kawan saya Mas Bimo Nugroho, berlari masuk ke dalam mengambil kamera. Hanya dalam beberapa menit saja, ekor yang tadinya menjulang vertikal ke angkasa, berubah menjadi horisontal (seperti dalam gambar 3). Sewaktu diambil gambar, penampilan fenomena itu sudah tidak seindah sebelumnya. Anehnya tidak semua orang dapat melihat, padahal gambaran itu sungguh besar bagai raksasa naga dan wujudnya jelas sekali. Kami bersukur karena kamera kami masih bisa  menangkap fenomena tersebut sekalipun tidak optimal.


Sasmita Gaib
Menjelang fenomena itu surut perlahan, kami baru ingat kiranya perlu untuk mencari tahu apa gerangan arti semua bahasa alam ini. Kami masuk kamar, konsentrasi mohon petunjuk Tuhan (nayuh) kira-kira kejadian itu pertanda apa. Seketika itu kami rasakan energi sangat besar menerpa kami, besar sekali seperti energi bumi pada saat 1 jam sebelum gempa bumi Yogya terjadi. Kami hampir lari keluar kamar karena masih trauma dengan gempa Jogja 27 Mei tahun 2006 lalu. Karena energinya mencirikan kekuatan bumi seperti gejala 1 jam menjelang gempa Jogja dulu. Belum sempat beranjak dari duduk bersila, keburu telinga kami mendengar suara, dalam bahasa Jawa kuno campur Indonesia. Singkatnya, gambaran itu merupakan proyeksi dari kekuatan metafisika sebuah pusaka sejenis keris yang bernama…..(telinga kami kurang jelas menangkap). Sebagai pertanda atau peringatan agar supaya orang-orang lebih hati-hati, eling dan waspada. Jika berdoa yang dimohon kepada Gusti Yang Mahawisesa hanya satu ”nyuwun slamet” (mohon keselamatan), “kata suara itu. Karena di mana-mana masih akan terjadi gempa lebih besar, terutama di wilayah ini dan sekitarnya, hingga akhir 2009. Wabah aneh dan segala bentuk musibah masih akan terus terjadi, sebagai wujud bebendu (hukuman) Tuhan, karena manusia sudah membuat kerusakan alam, tidak menghargai lagi para leluhur dan perintis bangsa ini, dan tidak pandai bersukur. Lalu disambung masih dengan “suara tanpa rupa” dalam bahasa Jawa,“…Wolak-waliking jaman, sing ngelmune mung sak dumuk lan cubluk,  gawene umuk bebener keminter, lan seneng miala, aniaya lan ngluputake liyan. Manungsa lagake wus keminter, najan mangkono ora ngerti apa kang ana sajroning samudra ?  Artinya; “Zaman serba terbalik, orang yang ilmunya hanya sebatas kulit dan sangat bodoh, (cirinya) gemar pamer kebenaran dan merasa paling pandai, suka menyakiti, menganiaya, dan menyalahkan orang lain. Manusia sudah berlagak pandai, sementara apa yang ada di dalam laut saja tidak diketahuinya”..??

Setelah kejadian itu lalu kami keluar kamar, seolah tidak terjadi apa-apa. Kami takut juga untuk menceritakan kepada teman-teman di Bengkulu, karena saya bisa dianggap penyebar fitnah, provokator, atau penghasut yang membuat resah masyarakat. Kami hanya berdoa, ya Tuhan, kami mohon jika memang bencana-demi bencana sudah merupakan keharusan garis takdirMu, kami mohon agar supaya masyarakat di sini (Bengkulu) tetap dijaga, diberi keselamatan dan kesejahteraan lahir batin. Dan ada apa gerangan bahaya dari dalam bumi, atau dari dalam laut ? Sebuah teka-teki yg membutuhkan tindak lanjut untuk menjawabnya.

Thursday, 18 February 2016

Makna Lambang Para Pemuja Setan

Makna Lambang Para Pemuja Setan

Makna Lambang Para Pemuja Setan. Hakikat makna dari par pemuja setan yang dimaksud dalam postingan ini secara luas berarti pembangkangan terhadap perintah Allah swt dengan kecendrungan terhadap perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan perintah agama dan cendrung untuk melakukan perbutan-perbuatan yang bersifat dosa dan dilarang agama. Sedangkan secara khusus makna dari para pemuja setan ini adalah menjadikan iblis, syetan dan jin sebagai panutan dan dipertuhankan, dipuja-puja, ditaati ajarannya dan diagungkan keberadaannya.

Para pemuja setan ini, dalam melakukan aktivitasnya dan ritualnya, sangat terikat dengan bahasa lambang atau bahasa simbol yang merupakan identitas komunitas atau sekte para pemuja setan tersebut. Beberapa lambang atau simbol yang dipergunakan sebagai bahasa dan sebagai identitas kelompok atau sekte serta sekaligus dijadikan bahasa dan media komunikasi sesama anggota diantaranya :


1. Pentagram. Pentagram adalah bintang bersegi lima dengan gambar kepala kabing dengan dua tanduk ditengahnya. Gambar kepala kambing tersebut dipasang terbalik dan ada juga yang tidak terbalik. Keduanya sama saja. Gambar ini sebelumnya pernah terlihat pada bebarapa acara stasiun televisi Lativi ( sekarang sudah tutup ) yaitu pada acara “ Dedy Corbuzier Show “ serta pada penutupan acara ada terdapat tulisan “ Pentagram school of magic “ dan pada acara “ Dunia Lain “ di Trans TV ( sekarang trans7 )
Makna dari lambang pentagram ini adalah : 1). Sudut bintang yang menggambarkan dua tanduk, bermakna Lucifer yang derajatnya sama tinggi dengan Allah. 2). Tiga sudut bintang yang dibawah bermakna tri tunggal iblis yaitu sudut yang di tengah bermakna Lucifer, sudut yang di kiri bermakna anti kristus dan sudut yang di kanan bermakna nabi-nabi palsu. 3). Disetiap sudut bintang bergambar kepala kambing, ada lima lambang kecil yang mirip rajah menggambarkan lima lambang syetan yaitu : Dracula, Zombie, Were Wolf, Vampire dan Sher Wolf





2. Salip terbalik dan Salip bulat diatasnya. Lambang ini dibuat sebagai penghinaan terhadap agama Kristen, tapi pada hakikatnya para pemuja setan ini menghina seluruh agama. Pemakaian tanda salip sebagai bahasa lambang untuk melakukan penghinaan, semata-mata karena kemunculan kelompok atau sekte para pemuja setan berasal dari negara-negara yang banyak penganut agama kristen, sehingga salip lah yang menjadi sasaran. Sedangkan lambang salip yang bulat diatasnya merupakan penghargaan untuk nazi yang kejam ( mereka juga dikenal dengan neo nazi )







3. Sigil of Baphomet. Adalah emblem spesifik dari Chuch of Satan. Dengan gambar berupa manusia tetapi berkepala seperti kambing dengan dua tanduk dan satu mahkota dan memiliki dua sayap. Lambang ini menggambarkan tradisi ritual magic





4. Angka 666. Angka 666 ini bisanya dilukiskan dikulit tubuh dengan cara tertentu, baik permanent atau pun tidak ( temporer ) di tangan, kaki, paha dan sebagainya. Angka 666 ini dalam ajaran kristen dikenal sebagai simbol kelompok anti kristus, pendosa dan pemuja setan


5. Sedangkan lambang-lambang lain yang sering juga dipergunakan oleh pera pemuja setan adalah gambar otak yang merupakan lama yang dipakai anggotanya untuk menggambarkan kematian yang menjadi bagain dari ritual mereka. Lambang otak ini sekarang dipakai oleh para pemakai narkoba terutama dari jenis heroin dan kokain



6. Gambar Ular yang mengitari bumi dengan ekor dan kepala bertemu melambangkan tekat mereka untuk menguasai bumi dengan aturan dan ajaran mereka



7. Sebagian mereka juga ada yang memakai lambang para penguasa mesir dulu seperti Piramida dan Spinx, terutama piramida yang ujungnya terpotong dan atau ada terdapat mata yang menyebarkan cahaya yang melambangkan bahwa mereka adalah penyebar cahaya untuk alam semesta
Sedangkan salam mereka adalah dengan mengangkat dua jari ( jari telunjuk dan jari kelingking ) dan menggenggam jari-jari lainnya membentuk lingkaran yang bisa diterjemahkan sebagai tanduk setan (?!) dan ada juga yang memakai cara mengangkat tiga jari ( ibu jari, jari telunjuk dan jari kelingking )
Cara penyampaian salam seperti ini sangat terkenal dikalangan anak muda dengan istilah salam metal, sedangkan para pemimpin dunia yang memakai cara ini yang diindikasikan sebagai salah seorang dedengkot para pemuja setan adalah Bill Clinton dan George W Bush sang Predator
Di Indonesia, para pemuja setan ini berkembang melalui ajaran agama, bahkan ada yang secera terang-terangan memproklamirkan agama baru dengan mengangkat dirinya sebagai nabi atau rasul. Seperti Lia Eden, Ahmad Musaadeq dan lain – lain.
Bagaimana perkembangan kelompok atau sekte para pemuja setan ini di Indonesia, dan bagaimana ciri-ciri mereka dan spesifikasi ajaran mereka serta siapa saja yang menjadi sasaran pengembangan ajaran para pemuja setan ini ?. Mungkin akan kita bahas dalam kajian-kajian berikut secara bersambung.
Sebelumnya silahkan menyampaikan saran dan komentar anda melalui kotak komentar yang tersedia tapi jangan spam ya.. karena komentar anda pada postingan ini akan melahirkan semangat dan motivasi tersendiri bagi myrazano dalam menggali inspirasi demi pengembangan blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini. “ Komentar anda adalah kalimat terindah dalam kajian ini “
 

Dewa dan Dewi Mitologi Yunani Kuno

23 Dewa dan Dewi Yunani

Dewa dan Dewi Olimpus
Dewa dan Dewi Olimpus

Di bawah ini adalah daftar dewa dan dewi Olimpus:
Afrodit

13. Afrodit

Afrodit(Ἀφροδίτη) adalah dewi cinta, kecantikan, dan seksualitas dalam mitologi Yunani.Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Afrodit. Versi pertama menyebutkan Afrodit adalah putri dari Zeus dan Dione, tapi legenda ini kurang populer. Versi kedua menyebutkan bahwa Afrodit lahir dari alat kelamin Uranus yang dikebiri oleh Kronos sang Titan.
Dione
Dione
Zeus menikahkan Afrodit dengan Hefaistos. Mereka memiliki seorang putra(Eros) yang menjadi Dewa Asmara. Afrodit dikisahkan berselingkuh dengan Ares(dewa perang) hingga memiliki 2 putra yaitu Deimos dan Fobos, serta seorang putri yaitu Harmonia. Eros dan Anteros juga sering disebut-sebut sebagai putra dari Afrodit dan Ares. Afrodit juga memiliki banyak kekasih, salah satunya adalah Ankhises.
Uranus
Uranus
Afrodit juga dikenal sebagai Kithireia(Wanita dari Kythira) dan Kipris(Wanita dari Siprus) karena kedua tempat tersebut dianggap sebagai tempat kelahiran Afrodit. Dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai Venus dan dalam mitologi Mesir dia dikenal sebagai dewi Hathor. Murad, burung dara, burung gereja, dan angsa dikeramatkan untuknya.
Apollo

12. Apollo

Apollo(Απόλλων, Apóllōn, Απελλων, Apellōn) adalah dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari, dan penyair dalam mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto serta saudara kembar Artemis. Orakelnya di Delphi sangat terkenal, banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan mereka. Dalam mitologi Etruska, dia dikenal sebagai Apullu. Apollo disembah baik oleh orang Yunani kuno maupun oleh orang Romawi kuno.
Leto
Leto
Ia mempunyai busur yang terbuat dari emas. Pohon salam, burung gagak, dan hewan lumba-lumba dikeramatkan untuknya. Pengobatan dan penyembuhan dikaitkan padanya atau pada anaknya, Asklepios(dewa pengobatan). Karena Apollo dipandang sebagai dewa yang membawa kesehatan, penyakit wabah. Sebagai dewa musik, Apollo adalah pemimpin para Muse(dewi musik dan nyanyian). Hermes menciptakan lira untuk Apollo dan alat musik tersebut menjadi atribut penting Apollo. Himne yang dinyanyikan untuk Apollo disebut paian. Pada masa Yunani kuno, terutama pada abad ketiga SM dia dikaitkan dengan Helios(dewa matahari) dan saudarinya, Artemis dikaitkan dengan Selene(dewi bulan).
Ares

11. Ares

Ares(Ἄρης[árɛːs], Άρης[ˈaris]) merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Ares adalah anak dari Zeus dan Hera yang termasuk dalam 12 Dewa Olimpus. Dua pengawal utamanya adalah Fobos dan Deimos. Ares adalah dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan. Ares berkuasa atas alat-alat perang, penyerangan, dan pertahanan kota, pemberontakan, penjarahan, kejantanan, serta keberanian. Burung hering dan anjing adalah binatang keramat bagi Ares. Dalam Iliad, dia muncul dengan dikelilingi oleh berbagai penjelmaan dari kengerian perang tetapi dalam Odyssey karakternya agak sedikit melunak. Ares juga terlibat dalam pendirian kota Thebes. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Nama Mars menjadi nama salah satu planet yang dekat dengan bumi dan memiliki 2 bulan yang dinamai berdasarkan nama pengawalnya(Phobos dan Deimos). Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.
Artemis

10. Artemis

Artemis(Ἄρτεμις) dalam mitologi Yunani adalah dewi perburuan, alam liar, hewan liar, keperawanan, dan perbukitan. Dia adalah pembawa dan penghalau penyakit pada perempuan serta merupakan Dewi yang menolong dalam proses kelahiran. Dia merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudari kembar Apollo. Dia digambarkan sebagai pemburu dan membawa busur serta anak panah. Rusa dan pohon siprus dikeramatkan baginya. Menurut beberapa pendapat, Artemis berasal dari masa pra-Yunani.
Hekate
Hekate
Pada perkembangan selanjutnya Artemis dihubungkan dengan Selene, dewi bulan Yunani yang sering digambarkan dengan bulan sabit di kepalanya. Pada akhir masa Hellenistik, dia juga dianggap sebagai dewi kelahiran(diadaptasi dari tugas Eileithyia). Dalam mitologi Romawi dia dikenali sebagai Diana dan dalam mitologi Etruska dia dikaitkan dengan dewi Artume. Selain itu, dia juga dikaitkan dengan dewi Hekate.
Athena

9. Athena

Athena atau Athene(Ἀθηνᾶ, Athēnā, Ἀθηναία, Athēnaia; Ἀθηναίη, Athēnaiē; Ἀθήνη, Athēnē, Ἀθάνα, Athana, Minerva), juga disebut Pallas Athena atau Pallas Athene(Παλλάς Αθηνά; Παλλάς Άθήνη) dalam mitologi Yunani adalah dewi kebijaksanaan, strategi, dan perang. Athena juga dikenal sebagai dewi yang menolong para pahlawan. Athena adalah seorang dewi yang terlahir sebagai perempuan dewasa dan tak pernah digambarkan sebagai anak kecil. Athena tidak memiliki suami atau kekasih sehingga disebut sebagai parthenos(perawan), Hefaistos pernah mencoba memperkosanya namun gagal. Kuil Parthenon di kota Athena, Yunani adalah kuilnya yang paling terkenal.
Metis
Metis
Menurut legenda, Athena adalah putri kesayangan Zeus(dewa terkuat). Ibunya adalah dewi Metis yang merupakan dewi pemikiran, dan kepandaian, serta terkenal sebagai dewi kebijaksanaan. Athena diberkahi kekuatan oleh ayahnya, kepandaian, dan kebijaksanaan oleh ibunya.
Dalam legenda lain Pallas dianggap sebagai ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena(Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.
Medusa
Medusa
Athena pernah mengubah Medusa yang asalnya seorang gadis cantik menjadi monster. Di kemudian hari Perseus memenggal kepala Medusa dan memberikannya pada Athena, sang dewi lalu memasang kepala Medusa pada perisainya atau pada Aigis.
Athena dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka yang bernama Menrva dan kemudian diadaptasi oleh orang Romawi sebagai Minerva. Athena ditemani oleh seekor burung hantu kecil dan dewi kemenangan, Nike. Dia juga sering digambarkan memegang tombak.
Demeter

8. Demeter

Dalam mitologi Yunani, Demeter(Δημήτηρ, Dēmētēr) merupakan dewi pertanian dan kesuburan. Demeter mengendalikan panen, kesuburan tanah, musim(dilambangkan dengan Horai), dan gandum. Demeter merupakan putri dari Kronos dan Rhea. Setelah lahir, Demeter dan saudara-saudaranya ditelan oleh Kronos, yang takut jika suatu saat nanti tahtanya akan digulingkan oleh anak-anaknya. Demeter diselamatkan oleh Zeus dan kadang-kadang disebut sebagai salah seorang dewa Olimpus menggantikan Hades karena Hades lebih sering berada di dunia bawah. Demeter adalah dewi yang mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Rambut Demeter melambangkan bulir-bulir gandum yang merupakan simbolnya. Demeter juga digambarkan mengenakan polos, mahkota berbentuk lingkaran yang dikenakan oleh para dewi. Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula timbulnya empat musim. Saat Persefone tinggal bersama Hades, Demeter bersedih dan bumi mengalami musim dingin. Sementara ketika Persefone tinggal bersama Demeter, Demeter berbahagia dan saat itulah terjadi musim semi. Demeter dan Persefone merupakan figur utama dalam kelompok pemujaan rahasia, Misteri Eleusis. Dalam kebudayaan Romawi, Demeter dikenal dengan nama Ceres. Kemungkinan nama Ceres ini merupakan sumber inspirasi dari sebuah merk bahan makanan berlapis coklat yang sering digunakan untuk melapisi roti. Bahan makanan tersebut terbuat dari coklat berbentuk seperti butiran padi.
Horai
Horai
Yang menarik adalah ternyata Indonesia, khususnya Jawa memiliki sosok dewi yang mirip dengan karakter Demeter yaitu Dewi Sri yang dikenal sebagai dewi kesuburan.
Hades

7. Hades

Hades(ᾍδης, Hadēs, Ἅιδης, Háidēs) adalah dewa dunia bawah dalam Mitologi Yunani. Hades merupakan putra tertua dari Kronos dan Rhea. Dia bersama saudara-saudaranya mengalahkan para Titan dan mengambil alih kekuasaan atas dunia. Zeus, Poseidon, dan Hades melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan dan Hades mendapat dunia bawah. Karena asosiasinya dengan dunia bawah, Hades sering dianggap sebagai dewa kematian meskipun bukan. Hades juga kadang-kadang disebut sebagai dunia bawah itu sendiri.
Kronos
Kronos
Dalam mitologi Romawi Hades disebut sebagai Pluto, Dis Pater, dan Orkus. Sedangkan dalam mitologi Etruska dewa padanannya adalah Aita. Simbol yang diasosiasikan dengan Hades yaitu Helm Kegelapan dan anjing berkepala tiga, Kerberos.
Rhea
Rhea
Istilah Hades dalam kekristenan dan dalam Bahasa Yunani Koine serupa dengan sheol dalam ajaran Yahudi(שאול, kuburan atau lubang di bumi) dan merujuk pada tempat untuk roh manusia. Sementara konsep neraka dalam agama Kristen lebih mirip dengan konsep Tartaros dalam mitologi Yunani, bagian dari Hades yang suram, dan mengerikan, serta digunakan sebagai tempat penyiksaaan juga penderitaan.
Hefaistos

6. Hefaistos

Hefaistos(Ἥφαιστος, Hēphaistos) dalam mitologi Yunani adalah dewa teknologi, pandai besi, pengrajin, pemahat, logam, metalurgi, api, dan gunung berapi. Dalam mitologi Romawi dia dikenal sebagai Vulkanus. Hefaistos adalah putra dari Zeus dan Hera. Dia adalah dewa yang pincang. Dia beperan sebagai pandai besi bagi para dewa dan sering membuat berbagai alat dan senjata yang sangat berguna bagi para dewa. Hefaistos disembah di semua pusat industri dan manufaktur di Yunani terutama di Kota Athena. Bengkel dan pusat pemujannya terletak di pulau Lemnos. Simbolnya adalah palu, landasan besi, dan penjepit. Dia juga kadang-kadang digambarkan sedang memegang kapak. Terdapat kuil Hefaistos yang terletak di dekat agora kota Athena.
Hera

5. Hera

Hera(Ἥρα atau Ἥρη) adalah dewi pernikahan dalam mitologi Yunani. Hera merupakan kakak perempuan sekaligus istri Zeus. Hera adalah anak dari Kronos dan Rhea yang merupakan salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Dalam mitologi Romawi, Hera dihubungkan dengan Juno. Sapi dan merak adalah hewan yang dikeramatkan untuknya. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Hera sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos(mahkota berbentuk lingkaran yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi besar).
Hera dikenal atas sifatnya yang pencemburu dan pendendam, terutama pada selingkuhan serta anak-anak Zeus. Hera juga pernah murka pada Pelias karena melakukan pembunuhan di kuil Hera dan pada Paris yang tidak memilih Hera sebagai dewi tercantik.
Hermes

4. Hermes

Hermes(Ἑρμῆς) adalah dewa pembawa pesan dalam mitologi Yunani. Hermes dilahirkan di Gunung Kellina di Arkadia. Hermes adalah anak dari Zeus dan Maia serta merupakan salah satu dewa Olimpus. Hermes adalah pelindung daerah perbatasan, para pengelana, gembala, pencuri, penipu, pidato, sastra dan puisi, olahraga, pengukuran, penemuan, serta perdagangan. Simbolnya meliputi kura-kura, ayam jantan, sandal bersayap, topi bersayap, dan kadukeus(tongkat yang dia dapat dari Apollo atas penemuan Lira). Dalam mitologi Romawi, Hermes dikenali sebagai Merkurius, dewa perdagangan yang diadaptasi dari mitologi Etruska.
Lira
Lira
Selain menemukan lira, Hermes juga dipercaya menemukan berbagai jenis olahraga seperi gulat, balap, dan tinju sehingga dianggap sebagai dewa atletik. Hermes melidungi para olahragawan dan membantu atlet yang terluka. Para pelancong juga memberikan persembahan pada Hermes sebelum bepergian supaya perjalanan mereka aman.
Sebagai dewa pembawa pesan, Hermes bertugas mengantarkan pesan dari para dewa di Olimpus kepada manusia. Dia mengenakan sandal bersayap dalam menjalankan tugasnya. Tugas membawa pesan juga dilakukan oleh Dewi Iris.
Dionisos
Dionisos
Hermes juga bertugas membantu para roh menemukan jalan menuju dunia bawah. Hermes adalah salah satu dewa yang bisa dengan bebas keluar-masuk dunia bawah tanpa halangan, dewa lainnya yang bisa melakukan hal tersebut adalah Hades, Persefone, Hekate, dan Thanatos.
Hermes adalah dewa termuda kedua di antara dewa Olimpus setelah Dionisos. Pada malam setelah dia lahir, dia mencuri ternak milik Apollo. Hermes berhubungan dengan Afrodit dan memiliki anak bernama Hermafroditos.
Hestia

3. Hestia

Dalam mitologi Yunani, Hestia(Ἑστία) adalah dewi perapian dan keluarga. Hestia adalah anak tertua dari Kronos dan Rhea. Hestia menerima persembahan pertama dalam setiap ritual dalam rumah tangga. Tungku perapian merupakan tempat suci untuknya. Dia digambarkan sebagai perempuan sederhana yang berkerudung. Dia duduk di singgasana kayu polos dengan bantal wol putih. Orakel Delfi awalnya merupakan tempat suci Hestia sebelum diambil alih oleh Apollo.
Dalam Mitologi Romawi dia dikenal sebagai Vesta, dewi yang juga melambangkan perapian. Tidak banyak informasi mengenai Hestia dalam mitologi dan sastra kuno, tetapi Hestia dan Vesta merupakan dewi yang penting dalam kebudayaan Yunani atau Romawi kuno.
Poseidon

2. Poseidon

Dalam mitologi Yunani Poseidon(Ποσειδῶν) dikenal sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trisula yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Trisula tersebut dibuat oleh para Kiklops semasa Titanomakhia. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh hippokampos(makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amfitrit dan memiliki anak bernama Triton. Poseidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.
Kiklops
Kiklops
Dewa laut Nethuns dalam mitologi Etruska diadopsi ke dalam mitologi Romawi sebagai Neptunus: keduanya merupakan dewa padanan bagi Poseidon. Poseidon sudah dipuja di Pylos dan Thebes sejak zaman perunggu Yunani sebagai saudara Zeus dan Hades. Ada sebuah Himne Homeros untuk Poseidon. Poseidon mempunyai banyak anak. Poseidon merupakan pelindung bagi banyak kota di Yunani, meskipun dia gagal mendapatkan Kota Athena. Binatang kesukaannya adalah kuda dan banteng. Pohon pinus dikeramatkan baginya.
Zeus

1. Zeus

Zeus(Ζεύς) atau Dias(Δίας) adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani. Dalam Theogonia karya Hesiodos, Zeus disebut sebagai “Ayah para Dewa dan manusia”. Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Zeus adalah anak dari Kronos dan Rea serta merupakan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi dewi penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo, dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, serta Mousai.
Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi dewa penguasa lautan, dan Hades yang menjadi dewa penguasa dunia bawah(alam kematian). Pendapat lain mengatakan bahwa pembagian tersebut dilakukan berdasarkan undian yang dilakukan tiga dewa tersebut.
Zeus dikaitkan dengan dengan dewa Jupiter dari mitologi Romawi, dewa Amun dari mitologi Mesir, dewa Tinia dari mitologi Etruska, dan dewa Indra dari mitologi Hindu. Zeus, bersama Dionisos dihubungkan dengan dewa Sabazios dari Frigia yang dikenal sebagai Sabazius di Romawi.

Tuesday, 16 February 2016

Penafsiran Historis Mitos

Asal mula

Euhemerisme (penafsiran historis)

Suatu teori menyatakan bahwa mitos adalah catatan peristiwwa bersejarah yang dilebih-lebihkan. Menurut teori ini, penutur cerita melebih-lebihkan peristiwa sejarah secara terus-menerus sampai akhirnya figur dalam sejarah tersebut memperoleh status setara dewa. Misalnya, mungkin seseorang boleh berpendapat bahwa mitos dewa angin Aeolos berasal dari sejarah mengenai raja yang mengajarkan cara menggunakan layar dan menafsirkan arah angin kepada rakyatnya.[30] Herodotos (abad ke-5 SM) dan Prodikos mengklaim hal semacam ini. Teori ini disebut "euhemerisme" menurut nama ahli mitologi terkenal, Euhemeros (sekitar 320 SM), yang berpendapat bahwa dewa-dewi Yunani berkembang dari legenda tentang manusia.

Alegori

Beberapa teori menyatakan bahwa mitos dimulai sebagai suatu alegori. Menurut suatu teori, mitos-mitos bermunculan sebagai alegori tentang fenomena alam: Apollo melambangkan Matahari, Poseidon melambangkan lautan, dan sebagainya. Menurut teori lainnya, mitos bermula sebagai alegori untuk konsep filosofis maupun spiritual: Athena melambangkan keadilan dan kebijaksanaan, Afrodit melambangkan hasrat, dan sebagainya. Sanskritis abad ke-19, Max Müller mendukung teori alegoris mitos. Ia menyakini bahwa mitos bermula sebagai deskripsi alegoris mengenai keadaan alam, namun perlahan-lahan diinterpretasikan secara harfiah: misalnya, secara puitis, laut digambarkan sebagai sesuatu yang penuh gejolak, sehingga laut diyakini sebagai dewa yang pengamuk.

Personifikasi

Niks (dewi malam)
Hemera (dewi siang)
Dalam mitologi Yunani, malam dan siang hari dipersonifikasikan sebagai seorang dewi.
Beberapa pemikir percaya bahwa mitos merupakan hasil personifikasi kekuatan dan benda mati. Menurut pemikiran ini, orang purba memuja fenomena alam seperti api dan udara, dan perlahan-lahan menggambarkannya sebagai dewa. Contohnya, menurut teori pemikiran mitopeia, orang purba cenderung memandang "sesuatu" sebagai "seseorang", bukan benda belaka; maka dari itu, mereka menggambarkan kejadian alam sebagai akibat tindakan dewa tertentu, sehingga menghasilkan suatu mitos.

Teori mitos-ritual

Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos sangat erat dengan ritual. Teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini pertama kali dicetuskan oleh sarjana biblikal William Robertson Smith. Menurut Smith, orang-orang mulai melaksanakan suatu ritual untuk alasan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan mitos; kemudian, setelah mereka melupakan alasan sebenarnya mengenai pelaksanaan ritual tersebut, mereka mencoba melestarikan ritual tersebut dengan menciptakan suatu mitos dan mengklaim bahwa ritual tersebut dilaksanakan untuk mengenang kejadian yang diceritakan dalam mitos. Antropolog James Frazer memiliki teori yang sama. Frazer percaya bahwa manusia primitif mulai percaya pada hukum-hukum gaib; kemudian, ketika manusia mulai kehilangan keyakinannya mengenai sihir, mitos tentang dewa diciptakan dan mengklaim bahwa ritual magis kuno adalah ritual keagamaan yang dilakukan untuk menyenangkan hati para dewa.

Fungsi

Mircea Eliade berpendapat bahwa salah satu fungsi penting mitos adalah untuk membangun suatu model perilaku dan bahwa mitos dapat memberikan pengalaman religius. Dengan menceritakan atau memeragakan mitos, anggota suatu masyarakat tradisional dapat merasa lepas dari masa kini dan kembali lagi ke zaman mitis, sehingga membawa mereka dekat dengan ilahi.
Lauri Honko menegaskan bahwa dalam beberapa kasus, suatu masyarakat akan menghidupkan kembali suatu mitos untuk menciptakan kembali suasana zaman mitis. Sebagai contoh, akan diperagakan kembali penyembuhan yang dilakukan dewa pada zaman purba dalam upaya penyembuhan seseorang pada masa kini. Tak jauh berbeda, Roland Barthes berpendapat bahwa budaya modern mengeksplorasi pengalaman religius. Karena tugas sains bukanlah menegakkan moral manusia, suatu pengalaman religius adalah upaya untuk terhubung dengan perasaan moral pada masa lalu, yang kontras dengan dunia teknologi pada zaman sekarang.
Joseph Campbell menyatakan mitos memiliki empat fungsi utama: Fungsi Mistis—menafsirkan kekaguman atas alam semesta; Fungsi Kosmologis—menjelaskan bentuk alam semesta; Fungsi Sosiologis—mendukung dan mengesahkan tata tertib sosial tertentu; dan Fungsi Pendagogis—bagaimana menjalani hidup sebagai manusia dalam keadaan apa pun.

Mitos

Mitos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lukisan Penciptaan Adam di Kapel Sistina, Vatikan. Seperti kisah penciptaan Adam, suatu mitos dianggap sebagai kisah suci dan diyakini kebenarannya oleh komunitas penganutnya, namun belum tentu diyakini oleh komunitas lain yang memiliki mitologi yang berbeda.[1]
Mitos (bahasa Yunani: μῦθος— mythos) atau mite (bahasa Belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.[2][3][4] Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.
Klasifikasi mitos Yunani terawal oleh Euhemerus, Plato (Phaedrus), dan Sallustius dikembangkan oleh para neoplatonis dan dikaji kembali oleh para mitografer zaman Renaisans seperti dalam Theologia mythologica (1532). Mitologi perbandingan abad ke-19 menafsirkan kembali mitos sebagai evolusi menuju ilmu (E. B. Tylor), "penyakit bahasa" (Max Müller), atau penafsiran ritual magis yang keliru (James Frazer). Penafsiran selanjutnya menolak pertentangan antara mitos dan sains. Lebih lanjut lagi, mitopeia seperti novel fantasi, manga, dan legenda urban, dengan berbagai mitos buatan yang dikenal sebagai fiksi, mendukung gagasan mitos sebagai praktik sosial yang terus terjadi.

Ciri khas

Pelaku utama yang diceritakan dalam mitos biasanya adalah para dewa, manusia, dan pahlawan supranatural.[5][6][7] Sebagai kisah suci, umumnya mitos didukung oleh penguasa atau imam/pendeta yang sangat erat dengan suatu agama atau ajaran kerohanian.[5] Dalam suatu masyarakat dimana mitos itu disebarkan, biasanya suatu mitos dianggap sebagai kisah yang benar-benar terjadi pada zaman purba.[8][6][9][10] Pada kenyataannya, banyak masyarakat yang memiliki dua kategori kisah tradisional: "kisah nyata" atau mitos, dan "kisah dongeng" atau fabel.[11][12] Umumnya mitos penciptaan berlatar pada masa awal dunia, saat dunia belum berbentuk seperti sekarang ini,[5] dan menjelaskan bagaimana dunia memperoleh bentuk seperti sekarang ini[13][14] serta bagaimana tradisi, lembaga dan tabu ditetapkan
 sumber by : https://id.wikipedia.org/wiki/Mitos